MENDORONG KEMANDIRIAN PANGAN PESERTA PKH MELALUI “FAMILY FARMING”

by -350 views

HarApanNEWS.com. Sayuran dan buah memiliki kandungan nutrisi yang diperlukan untuk kesehatan tubuh manusia, bahkan jika dikonsumsi dengan teratur, dapat melindungi tubuh dari serangan penyakit maupun proses penyembuhan berbagai penyakit, seperti penyakit jantung, kanker dan stroke. Selain itu juga menyehatkan kulit dan mata, kesehatan pencernaan, meningkatkan metabolisme tubuh dan manfaat lainnya. Sayuran dan buah – buahan merupakan sumber vitamin A, vitamin C, vitamin E, Potasium, asam folat, kalium, kaya serat dan sumber air. Setiap jenis sayuran dan buah tentu berbeda kandungan nutrisinya.

Melihat begitu bermanfaatnya sayuran dan buah bagi kesehatan tubuh, sementara masih banyak yang belum mengetahuinya maka perlu adanya sosialisasi dan edukasi mengenai manfaat sayuran dan buah – buahan kepada masyarakat. Apalagi sebagai negara agraris, lahan bumi pertiwi cocok untuk pertanian. Beragam cara dapat dilakukan untuk mengedukasi Keluarga Indonesia.

Baca Juga  Aset Bumiputera Terus Menyusut, Pembayaran Klaim Nasabah Masih Sekadar Wacana

Seperti yang dilakukan oleh Muswardi, Pendamping Sosial PKH Kampung Bandar Agung Kecamatan Terusan Nunyai Kabupaten Lampung Tengah. Usai menyampaikan Modul Keuangan dan Perencanaan Usaha kepada peserta PKH dalam Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga ( P2K2 ) atau dikalangan Peserta PKH lebih populer dengan istilah Sekolah PKH, Muswardi mengajak para Peserta PKH belajar cara bertanam tanaman sayuran dan buah. Guru yang mengajarkan teknik pembibitan, teknik bertanam dan teknik pemeliharaan tanaman dalam proses kegiatan tersebut adalah Ahmad Maulud, Peserta PKH yang mempunyai kemampuan bercocok tanam. Sekitar enam ( 6 ) bulan lalu, Ahmad Maulud sudah memulai budidaya tanaman terong, kangkung, jahe merah dan pepaya California di pekarangannya, serta sudah merasakan manfaat dari budidaya tanaman, sehingga beliau ingin berbagi pengetahuan kepada peserta PKH lain.

Sekolah PKH

Menurut Muswardi, “Peserta PKH semangat mengikuti proses pembelajaran dan memiliki niat untuk budidaya tanaman di pekarangan mereka karena sudah dapat memahami penjelasan yang Saya sampaikan,” ungkap Pendamping yang sudah menggraduasi 25 KPM PKH ini.

Baca Juga  Bansos, Insentif, hingga Vaksinasi Jadi Upaya Pemerintah Tangani Pandemi

“Tujuan dari kegiatan ini supaya Peserta PKH mengetahui cara budidaya tanaman sayuran dan buah – buahan. Selanjutnya Mereka menerapkan di pekarangan rumah masing – masing. Manfaatnya, selain lingkungan rumah menjadi asri, hasilnya bisa menjadi sumber pangan bernutrisi maupun sumber pendapatan tambahan Keluarga,” tambah Koordinator PKH Kecamatan Terusan Nunyai ini.
“Kegiatan ini tidak cukup sekali, tapi akan kami evaluasi sampai berhasil. Untuk pertemuan yang akan datang Kami akan belajar bertanam jahe merah dan rimpang lain, supaya tersedia ” apotek hidup ” di rumah Keluarga PKH,” pungkas salah satu Pendamping PKH terbaik Lampung Tengah yang aktif berkegiatan ini. (Lss).