Semangat Pantang Menyerah Sepasang Bidadari Pejuang Sosial PKH Dari Lampung Utara

by -147 views

HarApanNEWS.com. KOTABUMI– Semangat Pantang menyerah dua wanita hebat Pelaksana Program Keluarga Harapan(PPKH), Kecamatan Abung Tengah, Kabupaten Lampung Utara.

Kepada kontributor HarApanNews. com, Senin(31/8/2020), Ria Aulia dan Erwita Rohidi menceritakan pengalaman panjang mereka berdua, sebagai pelaksana program dan mengawali Program Keluarga Harapan(PKH).di Kecamatan Abung Tengah. “Sebagai pembuka lahan, ibaratkan hutan yang lebat penuh semak dan duri, nah kami yg mengawali membukanya,” sebut Ria Aulia yang di aminkan Erwita.

Ria, mengatakan Program Keluarga Harapan(PKH), masuk Lampung Utara tahun 2012, pasca ditinggal rekan mereka yang mengundurkan diri, karena mencalonkan diri menjadi anggota legislatif. Tinggal mereka berdua yang menjadi Pelaksana Program PKH, di Kecamatan Abung Tengah, “tinggal saya berdua Erwita yang melanjutkan perjuangan sebagai pelaksana program PKH,” ucapnya.

Baca Juga  Bansos, Insentif, hingga Vaksinasi Jadi Upaya Pemerintah Tangani Pandemi

Pada kesempatan yang sama Erwita Rohidi, juga menambahkan, Keluarga Penerima Manfaat(KPM) PKH, dampingan mereka berdua tersebar di 11 Desa yang ada di Kecamatan Abung Tengah, dimana terdapat empat Desa diantaranya wilayah pegunungan yang tetpencil. “Dengan tekad yang bulat, kami harus bisa jelajahi semua Desa demi menjalankan amanah sebagai pelaksana program yang di emban, demi suksesnya program PKH,” kenang Erwita mengatakan pada saat itu mereka berdua masih gadis.

“Alhamdulillah Bermodalkan keberanian, niat hati yang tulus dan ikhlas bekerja, serta do’a dari orang tua kami, masa-masa sulit bisa kami lewati sampai hari ini,” sambung Erwita.

Dua bidadari PPKH Kecamatan Abung Tengah, menyebutkan saat ini sudah 1.300 Keluarga Penerima Manfaat(KPM) PKH, Kecamatan Abung Tengah dengan jumlah SDM PPKH Kecamatan sebanyak 6 orang “Sudah lebih mudah, karena 11 Desa dikerjakan berenam, dan sekarang bukan lagi sepasang bidadari,” guyon dua perempuan yang masing-masing sudah mengakhiri masa lajang mereka serta memiliki motto hidup yang sama “Kerja ikhlas konvensasi dari Allah langsung”. (des).